BUPATI DAN WAKIL BUPATI SIKKA

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, Periode 2013-2018.

LOKASI RELOKASI

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera tampak bersantai diperumahan relokasi pengungsi GA Rokatenda di Koja Gete, Pulau Besar.

DIATAS KAPAL NELAYAN

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati Sikka saat berada diatas kapal nelayan.

AMBIL SUMPAH KEPALA DESA GELITING

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera saat mengambil sumpah Kepala Desa Geliting.

TATAP MUKA

Sekretaris Daerah Kab. Sikka dr. Valent Sili Tupen MKM saat tatapmuka dengan masyarakat di Waiblama.

PENDIDIKAN KARAKTER ANAK

Bupati Sikka Drs. Yosep Ansar Rera saat peluncuran buku Pendidikan Karakter Anak di Pante Koka.

PELATIHAN WIRAUSAHA

Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar foto bersama sebagian peserta pelatihan wirausaha (berpakian adat Krowe).

PERESMIAN SEKBER WAIBLAMA

Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka dr. Valent Sili Tupen MKM saat meresmikan Sekretaris Bersama (SEKBER) Kecamatan Waiblama.

PULAU PANGABATANG

Pulau Pangabatang, salah satu pulau di Kabupaten Sikka yang kini jadi sasaran kunjungan wisatawan.

SUNRISE

Sunrise atau matahari terbit diambil dari Pelabuhan Laurenz Say Maumere.

Tampilkan postingan dengan label DINAS KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DINAS KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2015

DELAPAN JENIS IKAN TERINDIKASI BERFORMALIN

Tembang, salah satu jenis ikan yang mengandung formalin.
Maumere, GS.- Ada delapan jenis ikan yang samplenya setelah dites dinyatakan mengandung formalin. Antara lain tembang, tongkol, layang, ekor kuning, cakalang, tuna, loin dan ikan batu. Ikan – ikan ini berasal dari Larantuka Kabupaten Flores Timur.

Hingga Rabu (21/01/2015) malam, ada 10 pemilik ikan dengan total muatan lebih dari 200 box ikan. Kasus formalin ini cukup mengejutkan Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Sikka.

Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar yang ditemui di Kantor Bupati Sikka, Jl. El Tari Maumere, Kamis (22/01/2015) pagi, mengatakan Pemerintah Kabupaten Sikka akan mengirimkan sample ikan ke BPOM Kupang untuk diuji ulang. Ini dilakukan sebagai bahan pembanding dengan hasil tes yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

“untuk membenarkan ikan yang kita sita dan setelah diuji ternyata postif mengandung formalin. Saya telah menyampaikan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Kelautan untuk segera melakukan tes ulang ikan yang ada ke BPOM Kupang.” jelas Nong Susar.


Hal ini juga untuk menjawabi keraguan pemilik ikan akan hasil tes yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Sehingga perlu dilakukan uji ulang. Tim terpadu kita sangat yakin bahwa ikan yang telah mereka tes benar – benar berformalin. Dan pemerintah juga telah mengeluarkan instruksi kepada warga masyarakat untuk mewaspadai pangan berformalin. (djo)

SAMPLE IKAN AKAN DIUJI BPOM KUPANG

Hasil tes ikan berformalin.
Maumere, GS.- Pemerintah Kabupaten Sikka akan mengirimkan sample ikan ke BPOM Kupang untuk diuji ulang. Ini dilakukan sebagai bahan pembanding dengan hasil tes yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Demikian hal ini sampaikan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar di Kantor Bupati Sikka, Jl. El Tari Maumere, Kamis (22/01/2015) pagi.

“untuk membenarkan ikan yang kita sita dan setelah diuji ternyata postif mengandung formalin. Saya telah menyampaikan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Kelautan untuk segera melakukan tes ulang ikan yang ada ke BPOM Kupang.” jelas Nong Susar.

Hal ini juga untuk menjawabi keraguan pemilik ikan akan hasil tes yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Sehingga perlu dilakukan uji ulang. Tim terpadu kita sangat yakin bahwa ikan yang telah mereka tes benar – benar berformalin.

Pada kesempatan tersebut, Nong Susar juga menyampaikan apresiasi kepada para pemilik ikan yang dengan kesadarannya dan niat baik mau mendatangi Posko Tim Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Segar di Kantor SAT POL PP Sikka.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengatakan bahwa sudah saatnya Pemerintah perlu mengadakan Laboratorium Mobile. Ini untuk mempermudah pengecekan pangan dan makanan lain yang diduga berformalin.

“dengan adanya laboratorium mobile, akan mempermuda kerja tim dalam melakukan uji kesehatan makanan dipintu masuk Kabupaten Sikka dan di kecamatan kecamatan yang membutuhkan uji kesehatan makanan” ungkap Herlemus.

Ikan – ikan yang disita dan mengandung kadar formalin akan segera di musnahkan. Dan pemerintah juga telah mengeluarkan instruksi kepada warga masyarakat untuk mewaspadai pangan berformalin. (djo)

BUPATI SIKKA INSTRUKSIKAN, WASPADAI PANGAN BERFORMALIN

Hasil Tes Sample ikan berformalin oleh BPOM Sikka
Maumere, GS.- Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera telah mengeluarkan Instruksi Nomor 01 Tahun 2015 Tentang Larangan Peredaran Bahan Pangan yang Mengandung Formalin Dan / Atau Bahan Kimia Lainnya.

Instruksi larangan ini ditujukan kepada Para Pelaku Usaha Ikan (Nelayan, Pengusaha baik Perorangan maupun yang berbadan hukum), Masyarakat Kabupaten Sikka dan Tim Pengawas Mutu dan Keamanan Pangan Segar Kabupaten Sikka.

Instruksi Bupati Sikka yang mulai berlaku sejak 20 Januari 2015 ini, Isinya antara lain : Dilarang mengawetkan bahan pangan hasil pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan dengan menggunakan bahan formalin, boraks dan / atau bahan kimi yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan manusia.-

Dilarang menjual, mengedarkan, mendistribusikan, memperdagangkan dan / atau tindakan lainnya terhadap bahan pangan yang mengandung formalin, boraks dan / atau bahan kimia lainnya yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan manusia.-

Kepada masyarakat Kabupaten Sikka untuk selalu berwaspada dalam mengkonsumsi bahan pangan hasil pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan yang terindikasi mengandung formalin, boraks dan / atau bahan kimia lainnya.


Menginstruksikan kepada  Tim Pengawas Mutu dan Keamanan Pangan Segar Kabupaten Sikka untuk terus melakukan pemantauan, pengawasan, penertiban dan / atau tindakan hukum lainnya terhadap peredaran setiap bahan pangan yang berada di Wilayah Kabupaten Sikka yang terindikasi formalin dan bahan kimia lainnya serta berkoordinasi dengan pihak Kepolisian apabila terjadi tindak pidana. (djo)

Jumat, 16 Januari 2015

ANSAR MUSNAKAN IKAN BERFORMALIN

Maumere, GS.- Ikan jenis Tembang yang mendung formalin milik PT Shitaratian, Jumad (16/01/2015), dimusnakan dengan cara dibakar. Pemusnahan dipimpin Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, di Tempat Pembuangan Akhir(TPA) Wairii, Waturia.

Pemusnahan ikan berformalin ini juga disaksikan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, Asisten II Setda Sikka Mauritsius da Cunda, Pihak LANAL Maumere, Pihak POLRES Sikka serta dinas terkait lainnya dan diliput Media Massa.

Ansar Rera saat dikonfirmasi mengatakan pemusnahan ikan berformalin ini dilakukan sesuai mekanisme dan tahapan, setelah mendapat rekomendasi dari BPOM Kupang bahwa pemusnahan ikan berformalin hanya boleh dilakukan dengan cara dibakar dan debunya dikarungkan dan dikubur. Sebab, formalin mempunyai sifat tidak mudah terurai dan mengandung zat kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup.

“penundaan pemusnahan ikan berformalin milik PT.Shitaratian ini karena kita harus berkonsultasi ke BPOM Kupang perihal cara terbaik pemusnahan ikan” jelas Ansar Rera.

Kedepan Pemerintah berencana akan meningkatkan pengawasan terhadap keluar masuk ikan ke Kabupaten Sikka, salah satunya adalah dengan membangun pos pemeriksaan di pintu masuk wilayah Kabupaten Sikka. Dan Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan kedepan harus memiliki laboratorium pemeriksaan ikan. Sehingga ikan yang akan diedarkan benar – benar bebas bakteri dan formlin.

Sementara itu, Direktur PT Shitaratian, Shinta Fakih, menjelaskan bahwa jumlah ikan berformalin yang ada sebenarnya adalah 10 ton lebih, bukan 20 ton sebagaimana diberitakan media selama ini.

“ikan yang ada pada awalnya ada 25 ton, 15 ton telah dikirim ke Surabaya namun setelah mendapat klaim dari Surabaya bahwa ikan tembang yang saya kirim mengandung formalin. Atas informasi ini saya langsung melapor ke dinas perikanan untuk dicek sisa ikan 10 ton yang ada. Dan setelah berkoordinasi dengan dinas kesehatan, ternyata benar ikan yang saya simpan positif mengandung formalin” jelas Shinta.

Menghadapi masalah ini, Shinta oleh Pemda Sikka diminta untuk segera memusnakan 10 ton ikan berformalin dan pihaknya dengan niat baik menyetujui dan siap menanggung beban biaya untuk memusnahkan ikan berformalin yang ada.

Shinta juga menambahkan bahwa perusahan yang memiliki ikan berformalin adalah PT Shitaratian, bukan Ratu Shin sebagaimana diberitakan. Ratu Shin adalah nama sebuah restaurant.


Seperti yang disaksikan, proses pemusnahan ikan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan bahan bakar minyak tanah. Adapun ikan yang dimusnakan PT Shitaratian adalah jenis ikan tembang, yang mana akan diproduksi sebagai ikan kaleng, sarden. (djo/lorenz)

Senin, 22 Desember 2014

ANSAR : kami terus berupaya agar semua warga miskin masuk JAMKESDA

Maumere, SATU SIKKA.-Bupati Sikka Drs Yoseph Ansar Rera, Senin (22/12/2014) pagi tadi, secara simbolis menyerahkan kartu penerima bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) untuk menyukseskan program Badan Kejahteraan Penyelenggara Sosial (BPJS) di Kabupaten. Dana untuk PBI Jamkesda ini berasal dari APBD Sikka. Penyerahan dilakukan pada Apel Kekuatan PNS Lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka, di Halaman Utama Kantor Bupati Sikka, Jl. El Tari Maumere.

Total penerima kartu PBI Jamkesda adalah sebanyak 32.448 warga. Hingga saat ini warga Sikka yang sudah mengantongi kartu PBI Jamkesda sebanyak 58.694 orang, tahun sebelumnya telah dibagikan kepada 26.246 orang.

Ansar Rera dalam amanatnya usai menyerahkan kartu kartu PBI Jamkesda mengatakan program ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemkab Sikka untuk membantu warga miskin melalui  dukungan dana APBD sehingga jumlah warga miskin yang terkover ke BPJS Kesehatan semakin banyak.

“Kami akan terus berupaya agar semua warga miskin di Kabupaten ini bisa terkover ke program BPJS baik melalui PBI Jamkesda yang didanai APBD, maupun PBI Jamkesmas melalui dana APBN dapat terealisi seluruhnya sebelum tahun 2019. Kita memiliki komitmen untuk melayani semua orang miskin melalui program BPJS Kesehatan ini,” harap Ansar.

Dari 317.310 penduduk Kabupaten Sikka yang sudah masuk menjadi anggota BPJS Kesehatan sebanyak  242.870 orang atau 77%.

Warga yang sudah terkover menjadi anggota BPJS Kesehatan terdiri dari 148.511 orang melalui Jamkesmas yang dibiayai APBN, sedangkan 58.511 orang melalui Jamkesda yang dibiayai dari APBD dan 35.665 orang dari Non PBI.

Sehingga jumlah warga yang sudah terkover program BPJS Kesehatan di Sikka sebanyak 242.870 atau 77%. Dan yang belum sebanyak 74.440 orang atau 23%.


Warga yang belum mengurus kartu BPJS Kesehatan untuk segera mengurusnya sehingga sebelum batas akhir yang ditetapkan Pemerintah Pusat tahun 2019, semua warga di Kabupaten Sikka sudah terkover  pelayanan kesehatannya melalui PBJS Kesehatan. (djo)

Selasa, 16 Desember 2014

GENERASI MUDA SIKKA TERANCAM HIV

Penderita HIV dan AIDS per Kecamatan
se Kabupaten Sikka. posisi sampai
bulan November 2014
Maumere, SATU SIKKA.- Jumlah penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka tiap tahunnya terus meningkat. Jika hal ini tidak segera dicegah maka generasi muda Kabupaten Sikka berada pada posisi terancam. Menghadapi masalah ini Pemerintah Kabupaten Sikka telah melakukan berbagai upaya antara lain meningkatkan sosialisasi, membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

Demikian ini disampaikan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, pada Pertemuan Koordinasi Penanggulangan AIDS untuk Meningkatkan Kinerja dan Dunia Usaha, Masyarakat dan Pemerintah Dalam Rangka Melindungi Kesehatan Keluarga Warga Kabupaten Sikka, di Hall B Hotel Pelita, Jl. A. Yani Maumere, Jumad (12/12/2014) lalu.

Menghadapi masalah ini, pemerintah membutuhkan dukungan dan perlu membangun kerjasama dengan pihak lain, termasuk pengelola dunia usaha di Kabupaten Sikka.

“data dinas kesehatan Ibu Rumah Tangga berada pada posisi tertinggi sebagai penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka, yakni 95 orang ibu rumah tangga. Tak hanya itu, anak balita pun telah ada yang mengidapnya, ada 10 orang balita” jelas Nong Susar .

Untuk itu, pemerintah telah memperluas makna Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang sebelumnya ibu dan anak harus selamat saat proses bersalin, kini ibu dan anak pun harus diselamatkan dari bahaya HIV dan AIDS.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria B. S. Nenu, MPH saat menyampaikan materi Situasi Epidemi HIV dan AIDS  Serta Respons  Penanggulangan Aids Di Sektor Kesehatan Kabupaten Sikka 2014, menjelaksan Strategi menanggulangi HIV dan AIDS antara lain meningkatkan koordinasi lintas sektor dan penguatan kapasitas kpa;  memperkuat aspek manajemen, aspek hukum  dan perundang-undangan yang berkaitan dengan upaya penanggulangan hiv&aids, termasuk aspek perlindungan kerahasiaan dan aspek pencegahan diskriminasi/ stigmatisasi penyandang HIV dan AIDS (Ranperda HIV dan AIDS) dan perawatan dan pengobatan HIV dan AIDS pada kelompok rentan.

Prinsip-prinsip dasar penanggulangan HIV dan AIDS adalah upaya penanggulangan oleh masyarakat dan pemerintah; setiap upaya harus mencerminkan agama dan budaya; pencegahan diarahkan pd pendidikan dan penyuluhan; setiap orang berhak mendapat informasi yang benar untuk melindungi diri dan orang  lain; setiap kebijakan, program, pelayanan dan kegiatan harus menghormati harkat dan martabat pengidap;  setiap mendiagnosa; informed-consent, konseling; perundangan mendukung dan selaras stranas dan setiap pemberi pelayanan wajib memberi layanan tanpa diskriminasi.

Pengelola Program KPA Kabupaten Sikka, Yuyun Darti Baetal, S.Si,  Mensosialisakan isu dan upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka; Mendorong para pelaku usaha/dunia bisnis untuk peduli terhadap masalah HIV dan AIDS dan Mendapat dukungan dari kalangan pengusaha/dunia usaha terhadap program penanggulangan HIV dan AIDS

Hal ini perlu dilakukan sebab berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, sejak tahun 2003 ditemukan 3 kasus dan hingga kini terus bertambah sampai dengan bulan November 2014 yaitu 412 kasus dan meninggal 135 orang.

“untuk itu dibutuhkan komitmen dari pengelola dunia usaha untuk melakukan program pencegahan / penanggulangan AIDS, salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi di tempat kerja baik oleh KPA maupun Pihak Dinas Kesehatan” harap Darti Baetal.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, distribusi kasus HIV dan AIDS menurut kecamatan se Kab Sikka Tahun 2003 s/d  November 2014, renking tertinggi adalah Kecamatan Alok 55 kasus, Alok Timur 48 kasus dan Kecamatan Nita 41 Kasus.
                                                 
Sedangkan berdasarkan distribusi penderita HIV dan AIDS menurut pekerjaan di Kab. Sikka tahun 2003 s/d November  2014, kasus tertinggi adalah Ibu Rumah Tangga 95 orang, wiraswata 80 orang, petani 51 orang, buruh 31 orang, sopir 31 orang, PSK 22 orang, ojeg 15 orang, anak balita 10 orang,  karyawan 8 orang, pelajar 8 orang, ABK 6 orang, Waria 6 kasus, satpam 6 orang, mahasiswa 5 orang, nelayan 4 orang, PNS/TNI/POLRI 3 orang, Napi 1 orang, perawat 1 orang, koki 1 orang dan tidak bekerja 28 orang.

Dengan alasan- alasan inilah, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka bersama Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Sikka membangun kerja sama dengan dunia usaha yang ada di Kabupaten Sikka untuk ikut serta mencegah dan menanggulangi masalah HIV danAIDS.


Hadir pada kegiatan tersebut  Pihak Koperasi, Pengelolah Hotel  serta Pengelolah dunia hiburan dan undangan lainnya. (djo)

Selasa, 02 Desember 2014

PERINGATI HARI AIDS SEDUNIA, DIGELAR ANEKA KEGIATAN


PEMERIKSAAN KESEHATAN
Nelle, SATU SIKKA. – Dalam rangka memperingati Hari AIDS se Dunia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka, disponsori PT Kalbe Nutricional Cabang maumere dan TELKOMSEL menggelar aneka perlombaan dan kegiatan. Hal ini disampaikan Ketua Panitia hari AIDS Sedunia Tahun 2014, Sukur, yang juga Kepala Rutan Maumere.

Sukur menjelaskan kegiatan dan perlombaan dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia antara lain, pertama kegiatan sosialisasi HIV dan AIDS dilingkungan Kemenhumham dan di Pasar Alok, sms broadcasting, penguatan kapasitas populasi kunci, penyuluhan penyakit masyarakat di 3 kecamatan, pelatihan HIV bagi kader posyandu. Sosialisasi pada toko agama di Paroki Magepanda serta penyuluhan lainnya.

Menurut Sukur selain kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kegiatan lain yakni perlombaan membuat status facebook dengan tema HIV. AIDS dan kondom sedangkan kegiatan bakti social layanan kesehatan di tempat hiburan malam, donor darah, pelayanan kondom dan konseling HIV dan AIDS. (lorenz) 

Senin, 01 Desember 2014

DI MAUMERE PENDERITA HIV/AIDS TERTINGGI IBU RUMAH TANGGA

Pegiat Penanggulangan HIV dan AIDS
YAKKESTRA Maumere
Nele. Satu Sikka – Berdasarkan data yang ada, penderita HIV dan AIDS tertinggi adalah kalangan Ibu Rumah Tangga sebagai urutan pertama. Dengan 91 orang IRT penderita.
                Hal  ini disampaikan Ketua Panitia Hari Aids Sedunia sekaligus Pimpinan Rutan Maumere Sukir dalam laporannya bertempat di Stadion Mini Alexander Idong Desa Lepolima Kecamatan Nele, Senin (01/12/2014).
Lebih lanjut Sukir menjelaskan selain ibu rumah tangga kasus lain yakni wiraswasta 80 kasus, urutan ke tiga petani 50 kasus, buru 33 kasus, PSK 22 kasus, ojek 15  kasus dan seluruh profesi telah terinveksi HIV dan Aids.
                “Sedangkan data yang di himpun melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka jumlah kasus HIV dan AIDS sampai dengan bulan Oktober tahun 2014 berjumlah 402 dengan rincian 113 kasus HIV dan 289 kasus AIDS” tambah Sukur.
                Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dalam sambutan menjelaskan kita mengetahui bersama bahwa esensi upaya pencegahan HIVdan penanggulangan AIDS di Indonesia adalah bagaimana mencegah dan mengurangi resiko penularan HIV, peningkatan kwalitas hidup  ODHA. Serta mengurangi dampak social dan ekonomi akibat HIV  dan Aids pada individu keluarga dan masyarakat, agar setiap individup menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan.
Peringatan hari AIDS seduani tahun 2014 mengambil tema : Cegah dan lindungi diri, keluarga, masyarakat, dari HIV dan Aids dalam rangka perlindungan hak asasi manusia.
Tema ini melatar belakangi oleh pemahaman bahwa bila diri sendiri sebagai actor utama dalam pencegahan diri dan perlindungan diri dan perlindiungan diri dari penularan HIV dengan sendirinya keluarga, masyarakat, akan turut dilindungi.
                “Melalui upaya pencegahan HIV dan AIDS keluarga dan masyarakat di harapkan dapat mencegah kerugian yang lebih besar mengingat populasi yang terinveksi di Kabupaten Sikka adalah berusia 25 tahun sampai dengan 49 tahun sebagai tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah” harap Ansar Rera.
                Usai peingatan hari HIV dan Aids di lanjutkan dengan penyerahan PIN AID oleh Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka Ny. Irma Tibuluji Ansar Rera kepada perwakilan TNI, Polri, serta pimpinan SKPD Kabupaten Sikka.
Selain itu Bupati Sikka juga menyerahkan  bantuan dari Menteri Koperasi RI kepada perwakilan pengrajin tenun ikan dari Kelurahan Nangalimang sebesar Rp.140.000.000,- dan pengobatan gratis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka kepada peserta kegiatan  peringatan hari AIDS sedunia.
                Peringatan hari HIV dan AIDS sedunia tahun 2014 di dahului dengan kegiatan jalan santai dari lapangan umum Kota Baru Maumere menuju  Stadion Mini Alexander Idong di Detung Desa Nelle Urung Kecamatan Nelle Kabupaten Sikka. Senam bersama, Pemeriksaan Medis dan Kuis tentang AIDS.

                Hadir pada peringatan hari AIDS sedunia antara lain Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, Danlanal Maumere Carmadi Letkol. Laut carmadi, Pejabat yang mewakili kapolres Sikka, Kepala Rutan Maumere Sukir, Kepala BPJS Maumere, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka Ny. Irma Tibuludji, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Sekda kabupaten Sikka dr. valentines Sili Tupen, MKM, Pendeta GMIT PDT. Marthen S.T.A Tubatomu, Sekretaris KPA Kabupaten Sikka Yan Siga, Camat Nelle  Roby Idong, S.Sos, MSi serta pimpinan SKPD Kabuapten Sikka. (lorenz)

Sabtu, 29 November 2014

DI SIKKA, PNS BUTUH REVOLUSI MENTAL

Sekda Sikka saat memberikan materi
pembinaan PNS di Waiblama
Maumere, SATU SIKKA.- Selain bagi generasi muda, Revolusi mental juga perlu dilakukan dikalangan pegawai negeri sipil (PNS). Dikalangan generasi muda Pemerintah sudah mulai menerapkan pendidikan karakater, sementara bagi kalangan PNS akan dilakukan pembinaan kepegawaian secara berkesinambungan.

Demikian hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, dr. Valens Sili Tupen, MKM, saat memberikan materi ketika melakukan Pembinaan Kepegawaian di Kecamatan Waiblama, Jumad (28/11/2014).

Penting, dilakukannya pembinaan kepegawaian secara berkesinambungan sebab ada beberapa indikasi yang terjadi dilapangan kerja PNS, antara lain kasus indisipliner, disiplin kerja merosot, penyalagunaan waktu, pelayanan publik kurang memuaskan dan terjadi in-efisiensi penggunaan keuangan negara.

“menjadi PNS berarti kita sudah menyatakan diri siap untuk menjadi abdi negara, yang berkewajiban melayani masyarakat dengan baik. Sebab kita sudah digaji dengan uang yang diberikan rakyat melalui pajak” jelas Valens Tupen.

Untuk itu kita patut melakukan penyelenggaraan pemerintah secara baik, dengan komitmen untuk memperbaiki harkat hidup rakyat banyak serta memperbaiki permasalahan yang sedang dihadapi bangsa ini khususnya di Kabupaten Sikka.

Ada delapan prinsip yang harus dimiliki seorang PNS saat memberikan pelayanan yakni, taat hukum, partisipasi, responsif, kesetaraan, efektiv, efisien, akuntabilitas dan mempunyai visi strategis.

Selain delapan prinsip, seorang PNS juga harus melayani dengan dasar hukum, melayani dengan batas aturan, melayani sesuai protap, melayani dengan target, melayani hingga tuntas, melayani karena dievaluasi atau diawasi, melayani dengan benar dan melayani dengan sungguh hati.

“sesuai motto Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati Sikka saat ini, yakni melayani dengan rendah hati dan mengabdi dengan tulus. Demi terwujudnya Satu Sikka yang mandiri dan sejahterah”tambah Tupen.


Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sikka Konstantinus Tupen, SH, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Sikka Ibu Yati K. Tupen, Camat Waiblama, Patrisius Pederiko,S.Pt, dalam sekapur sirih mengatakan dibentuknya SEKBER lahir dari inisiatif bersama dari  Pihak Kecamatan Waiblama, Manager Plan Indonesia PU Sikka, Koordinator Program Dian Desa Kabupaten Sikka, FK PNPM MPd. Kabupaten Sikka dan PKM Program Desa Mandiri Anggur Merah Kecamatan Waiblama. Yang Mewakili Sat Pol PP Sikka Hendrik Keban, Para Kepala Desa dan BPD serta Sekretaris Desa Waiblama, Para Guru dan Tenaga Penyuluh serta para guru dan tenaga medis se Kecamatan.(djo)

Sabtu, 15 November 2014

PERINGATI HKN, DIGELAR ANEKA KEGIATAN

Petrus Herlemus
Maumere, Satu Sikka – Dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional  (HKN) ke 50 Tingkat Kabupaten Sikka Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka menyelenggarakan sejumlah aneka kegiatan dan perlombaan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka sekaligus Ketua Panitia HUT HKN ke 50, Petrus Herlemus, S.Si,Apt , pada pada acara puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) bertempat di Lapangan Bola Kaki Desa Lela Kecamatan Lela, (14/11/2014).


Herlemus menjelaskan Aneka kegiatan dan perlombaan yang dilaksankan antara lain lomba senam cuci pakai sabun, misa syukur 50 tahun HKN, penyuluhan kesehatan reproduksi, screening donor darah, pemeriksaan IFA dan paspmear dan pelayanan pengobatan bagi masyarakat.(djo/lorenz)

Rabu, 12 November 2014

BUDAYAKAN HIDUP BERSIH

Maria Bernadina Sada Nenu, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sikka 
saat menyerahkan sertifikat tenaga kesehatan teladan bagi Dokter, Sanitarian dan Bidan.
Foto : john oriwis
Lela, Satu Sikka - Peringatan HKN ke 50 patut dijadikan jalan pembangunan kesehatan Indonesia, khususnya Kabupaten Sikka sebagai inspirasi untuk mempercepat terwujudnya bangsa Indonesia yang sehat jasmani rohani dan berdaya saing.

Demikian Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dalam sambutannya pada  acara Hari Kesehatan Nasional ke 50 bertempat di Lapangan Bola Kaki Desa Lela Kecamatan Lela Rabu, (12/11/2014).

Pelaksanaan ini dengan mengutamakan upaya promotif prefentif dalam pembangunan kesehatan agar perilaku hidup bersih dan sehat benar-benar diterapkan setiap waktu oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut Ansar Rera mengatakan peringatan HKN ke 50 merupakan momentum yang tepat untuk menyuarakan kepada masyarakat agar bangkit dan mulai meninggalkan upaya kesehatan yang lebih didominasi semangat promotif. Oleh karena itu dukungan dari seluruh komponen masyarakat sangat diperlukan dalam rangka mewujudkan sikka yang sehat.

Sementara Petrus Herlemus dalam laporan menjelaskan dalam 50 tahun pembangunan kesehatan kita telah mewujudkan berbagai hal seperti kebijakan publik yang berwawasan kesehatan terutama peraturan Pemerintah tentang peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok, dukungan pemberian asi sampai dengan 6 bulan dan meneruskan hingga 2 tahun, semakin mudah ke pelayanan kesehatan yang berkwalitas, ketersediaan obat, meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya penanggulangan masalahan kesehatan dan upaya promotif serta masyarakat dan jaminan sossial.

Menurut Herlemus hingga saat ini Kabupaten Sikka masih mengalami berbagai masalah kesehatan yakni keterbatasan sumber daya manusia dan belum seluruh puskesmas menggunakan apklikasi P-Care, serta  rujukan kepulauan dan pelayanan kesehatan korban bencana dan manajemen pelayanan darah.

Hari Kesehatan Nasonal (HKN) ke 50 tahun ini mengangkat tema” Sehat Bangsaku, Sehat Negeriku” ( djo/lorenz )  



Rabu, 29 Oktober 2014

DAERAH WISATA HARUS BEBAS FILARIASIS

Peserta Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Programme Eliminasi Filariasis
Tingkat Kabupaten Sikka di Aula Hendric, Jl. Wairklau, Maumere. Rabu (29/10/2014)
.
Maumere, SATU SIKKA.- Daerah objek pariwisata yang ada di Kabupaten Sikka hendaknya harus bebas dari penyebaran filariasisi yang disebarkan oleh nyamuk. Jika saja ada daerah wisata yang menjadi daerah basis penyebaran filariasis akan menyababkan turunnya kunjungan wisatawan ke lokasi tersebut.

Demikian hal ini diingatkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, dr. Valentinus Sili Tupen, MKM, dalam arahannya ketika membuka Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Programme Eliminasi Filariasis Tingkat Kabupaten Sikka di Aula Hendric, Jl. Wairklau, Maumere. Rabu (29/10/2014).

“penanganan penyebaran filariasis merupakan tanggung jawab kita semua. Penanganan penyebaran filariasis di daerah wisata, merupakan bentuk dukungan kita menyukseskan program kerja Pak Bupati dan Pak Wakil lima tahun kedepan, dimana pariwisata sebagai salah satu program prioritas” jelas Tupen.

Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh propinsi.

Masalah filariasis merupakan permasalahan yang jarang dibicarakan, namun jika terus dibiarkan akan membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Bedasarkan hasil survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sedikitnya terdapat 197 warga Kabupaten Sikka yang menderita filariasis. Antara lain di Desa Lewomada Kecamatan Talibura 33 orang; Desa Pruda Kecamatan Waiblama 23 orang; Desa Darat Gunung Kecamatan Talibura 21 orang; Desa Koja Gete Kec. Alok 13 orang; dan Desa Wairterang Kecamatan Waigete 17 orang.

Dr. Erna Kristaningsi dari Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, menjelaskan sampai 2014 sebanyak 14.157 orang menderita filariasis kronis tersebar di 34 propinsi dan lebih dari 100 juta penduduk Indonesia yang tersebar di 233 kabupaten / kota endemis filariasis beresiko tertular penyakit ini.

Menghadapi masalah ini,  Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan “The Global Goal of Elimination of Lymphatyc Filariasis as a Public Health Problem by The Year 2020”. Yang ditetapkan pada 2020 dunia harus bebas dari filariasis.

“Untuk itu harus ada komitmen yang tinggi dari DPRD dan Pemerintah Daerah setempat untuk melaksanakan program eliminasi dan perlu adanya dukungan dana operasional pelaksanaan program eliminasi filariasis selama lima tahun berturut – turut.” Jelas Erna.

Khusus Wilayah Indonesia Bagian Timur, telah dilaksanakan pemberian obat massal pencegahan (POMP) filariasis pada tahun 2014. POMP dilakukan dengan pertimbangan tingginya prevalensi mikrofilaria.


Hadir pada kegiatan tersebut dari Kecamatan, Kepala Puskesmas, LSM. Pihak RS Swasta dan undangan lainnya. (djo)

Selasa, 09 September 2014

SEKDA SIKKA BUKA SOSIALISASI JAMINAN PEMERLIHARAAN KESEHATAN

Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka 
Drs. ValentinusSiliTupen MKM.
Maumere, SATU SIKKA,_ Sekretaris Daerah KabupatenSikka Drs. ValentinusSiliTupen MKM, Selasa (9/9/2014) pagi tadi membuka secara resmi Pertemuan Kontak Person dan Sosialisasi Jaminan Pemerliharaan Kesehatan untuk Peserta Penerima Upah (PPU) di Aula Hotel Silvia Maumere.

BPJS Kesehatan bersama BPJS Ketenagakerjaan (dahulu bernama Jamsostek) merupakan program pemerintah dalam kesatuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diresmikan pada tanggal 31 Desember2013. Untuk BPJS Kesehatan mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari2014, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan mulai beroperasi sejak 1 Juli2014.

PERKUAT KEMITRAAN, BERANTAS MALARIA

Drs. Paolus Nong Susar
Maumere, SATU SIKKA._Mari bersama meningkatkan Gelora Sikka berbasis desa membangun sesuai dengan kondisi dan potensi lokal masyarakat Sikka, untuk hidup sehat serta memperkuat kemitraan lintas program dan lintas sektor dalam upaya pemberantasan malaria.

Demikian harapan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar saat membuka kegiatan Pelatihan Pla Malaria untuk Fasilitator PNPM Mandiri Kabupaten Sikka di Aula Sea Word Kewapante, (Sabtu 6/9/2014).

Peningkatan kualitas SDM sesuai dengan misi ke tiga tertuang dalam program peningkatan derajat Masyarakat terkait penanggulangan atau penanganan malaria, hal ini diharapkan untuk memacu semua komponen masyarakat untuk menjalankan program ini sehingga secara bertahap malaria dapat dicegah.

Jumat, 29 Agustus 2014

1364 WARGA SIKKA TERIMA BANTUAN PERUMAHAN

Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, disaksikan
Asisten Deputi Perencanaan Perumahan  Swadaya
Kementerian Perumahan Rakyat RI, Ir. Poltak Siburea M.Eng. SC.
menyerahkan dana bantuan perumahan.

foto : jonathan
Sebanyak 1364 warga sikka menerima bantuan stimulan perumahan swadaya dari Kementerian Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Masing – masing penerima akan menerima bantuan sebesar Rp. 7,5 Juta.
            Pemberian bantuan kepada 1364 warga Sikka dari enam kecamatan ini langsung dilakukan Asisten Deputi Perencanaan Perumahan Swadaya Ir. Poltak Siburea M.Eng.SC. dan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar di Aula Frateran Maumere, Jumad (29/08/2014).
            Warga penerima bantuan berasal dari enam kecamatan, Paga, Mego, Magepanda, Alok Barat, Kangae dan Bola.

Selasa, 19 Agustus 2014

Ende Kota Terbersih di NTT, Sikka ?

Kabupaten Ende saat ini menjadi kota terbersih di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hal ini diungkapkan Pater Klaus Nauman, SVD. Saat memaparkan masalah kebersihan di Aula BAPPEDA Kabupaten Sikka, Rabu (13/08).

“ walau belum seratus persen bersih dari masalah sampah, Kota Ende masih lebih bersih dari Kota Maumere dan kota lainnya di Nusa Tenggara Timur “ ujar Klaus yang juga adalah seorang Pastor di Kecamatan Kewapante. Beliau selama ini serius menjadi pemerhati masalah kebersihan di Kabupaten Sikka.
JADWAL KEGIATAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI SIKKA : * Selasa (26 Januari 2016). Rapat Paripurna di Aula DPRD Kabupaten Sikka. Jam 09.00 WITA.** Rabu (27 Januari 2016) Hadiri Acara Pembukaan Lamun di Patisomba. Jam 09.00 WITA. .-jadwal sewaktu - waktu bisa berubah. Terima Kasih.