BUPATI DAN WAKIL BUPATI SIKKA

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, Periode 2013-2018.

LOKASI RELOKASI

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera tampak bersantai diperumahan relokasi pengungsi GA Rokatenda di Koja Gete, Pulau Besar.

DIATAS KAPAL NELAYAN

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati Sikka saat berada diatas kapal nelayan.

AMBIL SUMPAH KEPALA DESA GELITING

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera saat mengambil sumpah Kepala Desa Geliting.

TATAP MUKA

Sekretaris Daerah Kab. Sikka dr. Valent Sili Tupen MKM saat tatapmuka dengan masyarakat di Waiblama.

PENDIDIKAN KARAKTER ANAK

Bupati Sikka Drs. Yosep Ansar Rera saat peluncuran buku Pendidikan Karakter Anak di Pante Koka.

PELATIHAN WIRAUSAHA

Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar foto bersama sebagian peserta pelatihan wirausaha (berpakian adat Krowe).

PERESMIAN SEKBER WAIBLAMA

Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka dr. Valent Sili Tupen MKM saat meresmikan Sekretaris Bersama (SEKBER) Kecamatan Waiblama.

PULAU PANGABATANG

Pulau Pangabatang, salah satu pulau di Kabupaten Sikka yang kini jadi sasaran kunjungan wisatawan.

SUNRISE

Sunrise atau matahari terbit diambil dari Pelabuhan Laurenz Say Maumere.

Tampilkan postingan dengan label LEMBAGA SOSIAL MASYARAKAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEMBAGA SOSIAL MASYARAKAT. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Februari 2015

BUMI PUTERA MEMBANGUN SIKKA

Maumere, GS.- Eksistensi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumi Putra sudah menyumbang daerah ini dengan banyak pilihan, mari bersama dengan semangat Bangkitlah Bumi Putera ku untuk membangun kabupaten ini menuju satu Sikka yang mandiri dan sejahtera. Demikianlah harapan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar ketika menghadiri HUT AJB Bumi putra ke 103 di halaman kantor AJB Bumi jalan Nong Meak Maumere.
          Lahir dalam kancah perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan oleh tiga orang guru visioner yang sangat peduli kepada nasib bangsanya. Bumi putera didirikan dengan misi untuk mengangkat harkat dan martabat para guru zaman HIndia Belanda. Misi itu kini telah berkembang menjadi perusahaan asuransi terbesar di Indonesia yaitu AJB Bumi Putera 1912.
          Dalam kurun waktu 7 tahun terakhir Bumi putera telah memayar klaim lebih dari 30 Tiliun, dan khusus tahun 2014 telah direalisasikan pembayaran Klaim sebesar Rp. 5,04 triliun atau Rp. 420 miliar setiap bulan, Rp. 97 miliar setiap minggu, Rp 14 miliar setiap hari, dan tidak pernah gagal sebagai bentuk pemenuhan komitmen perusahaan atas kepercayaan yang diberikan oleh pemegang polis.
          Wakil Bupati Sikka Drs Paolus Nong Susar dalam arahannya mengatakan mimpi kita bersama adalah mencapai satu sikka yang mandiri dan sejahtera, eksistensi Bumi Putera sudah menyumbang daerah ini dengan berbagai macam pilihan.
          “ AJB Bumi Putera sudah memberikan kontribusi asuransi kepada masyarakat melalui biaya ekonomi, pendidikan, kesehatan “. Ungkap Paolus.
          Terkait kinerja, Paolus menambahkan keterampilan dan mentalitas menjadi tanggung jawab kita bersama dalam meningkatkan pelayanan.
Direktur utama Bumiputera Madjiji dalam sambutannya yang dibacakan oleh pimpinan Cabang Bumiputera Sikka Marselinus Gagi mengatakan maju mundurnya bumi putera  terletak di tangan kita, saya ingin mengajak saudara berpikir jauh kedepan agar bumi putera tetap mampu memenuhi harapan pemegang polis yang telah mempercayakan perlindungan keluarga kepada kita, agar bumi putera mampu mesejahterakan karyawan dan keluarga.   
          Pendiri AJB Bumi Putra cabang Sikka Damianus Giri kembali menggaris bawahi terkait kinerja para Karyawan. Ia berharap seluruh karyawan Bumi putera harus bekerja secara profesional, tanggung jawab dan disiplin.
          “ gunakan filosofi semut yang berkerja, bekerja dan bekerja siang dan malam dalam mengumpulkan makanan dari pada Jangkrik yang hanya berbunyi siang dan malam “. Ungkap Damianus.

          Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan SKPD terkait, para mantan pimpinan Bumi Putra dan Karyawan – karyawati Bumi Putera. (Jonathan)

MINIM PENGAWASAN, REMAJA SIKKA HAMIL DILUAR NIKAH

Wakil Bupati Sikka didampingi Asisten I Drs. Eduardus Desa Pante
saat membuka Kegiatan Plan Sikka di Aula Hotel Pelita.-

Maumere, GS.-  Community Action to Improve Matenal dan Child Nutrition Project (CAIMCN) atau Proyek Aksi Masyarakat Untuk meningkatkan gizi ibu dan anak di Kabupaten Sikka oleh Plan Sikka melalui Analisa Situasi yang dilakukan di dua desa intervensi CAIMCN, Desa Wolodesha (Mego) dan Desa Loke (Tanawawo) pada April 2014 lalu. Salah satu hasilnya adalah banyak remaja di dua desa tersebut hamil diluar nikah dan menikah diusia muda. Salah satu akibatnya adalah masih rendahnya pengawasan keluarga terhadap anak.
Demikian ini dikemukakan Koordinator Program Plan Sikka, Frans da Lopez, dalam laporan pada kegiatan Sosialisasi Hasil Analisa dan Pengenalan Program Kesehatan Remaja di Kabupaten Sikka, di Aula Hotel Pelita, Jl. A. Yani. Jumad (13/02/2015).
Dari diskusi di dua desa tersebut, masalah kehamilan usia remaja dan pernikahan muda, yang diakibatkan oleh rendahnya pengawasan keluarga juga disebabkan oleh kurangnya informasi yang benar dan sesuai tentang kesehatan remaja.
“selain itu ditemukan masalah putus sekolah dan tindak kekerasan serta kenakalan remaja. Melihat kondisi ini maka dilakukan pendekatan melalui kelompok remaja usia 13 – 18 tahun serta kelompok pasangan muda dengan mengembangkan satu kurikulum pembelajarn bagi mereka” jelas da Lopez.
Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada Plan Sikka dan semua lembaga sosial masyarakat (LSM) yang berkarya di Sikka.
“Plan Sikka selama ini telah ikut mendukung program kerja pemerintah dibidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat terutama kaum perempuan. Program Plan Sikka ini merupakan sebuah hal yang penting dan patut mendapat dukungan” demikian Nong Susar.
Salah satu program prioritas pemerintah adalah peningkatan Sumber Daya Manusia, melalui pelatihan dan pendidikan formal. Yang mana mempunyai tujuan yang sama dengan Plan Sikka yakni untuk meningkatkan kualitas SDM dan kesehatan ibu serta anak bisa tercapai dengan baik.

Nong Susar menambahkan, Pemerintak Kabupaten Sikka akan mendukung Plan Sikka dan semua LSM yang ada dan berkarya di Kabupaten Sikka baik secara managemen dan politik. (djo)

Selasa, 02 Desember 2014

PERINGATI HARI AIDS SEDUNIA, DIGELAR ANEKA KEGIATAN


PEMERIKSAAN KESEHATAN
Nelle, SATU SIKKA. – Dalam rangka memperingati Hari AIDS se Dunia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka, disponsori PT Kalbe Nutricional Cabang maumere dan TELKOMSEL menggelar aneka perlombaan dan kegiatan. Hal ini disampaikan Ketua Panitia hari AIDS Sedunia Tahun 2014, Sukur, yang juga Kepala Rutan Maumere.

Sukur menjelaskan kegiatan dan perlombaan dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia antara lain, pertama kegiatan sosialisasi HIV dan AIDS dilingkungan Kemenhumham dan di Pasar Alok, sms broadcasting, penguatan kapasitas populasi kunci, penyuluhan penyakit masyarakat di 3 kecamatan, pelatihan HIV bagi kader posyandu. Sosialisasi pada toko agama di Paroki Magepanda serta penyuluhan lainnya.

Menurut Sukur selain kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kegiatan lain yakni perlombaan membuat status facebook dengan tema HIV. AIDS dan kondom sedangkan kegiatan bakti social layanan kesehatan di tempat hiburan malam, donor darah, pelayanan kondom dan konseling HIV dan AIDS. (lorenz) 

Senin, 01 Desember 2014

DI MAUMERE PENDERITA HIV/AIDS TERTINGGI IBU RUMAH TANGGA

Pegiat Penanggulangan HIV dan AIDS
YAKKESTRA Maumere
Nele. Satu Sikka – Berdasarkan data yang ada, penderita HIV dan AIDS tertinggi adalah kalangan Ibu Rumah Tangga sebagai urutan pertama. Dengan 91 orang IRT penderita.
                Hal  ini disampaikan Ketua Panitia Hari Aids Sedunia sekaligus Pimpinan Rutan Maumere Sukir dalam laporannya bertempat di Stadion Mini Alexander Idong Desa Lepolima Kecamatan Nele, Senin (01/12/2014).
Lebih lanjut Sukir menjelaskan selain ibu rumah tangga kasus lain yakni wiraswasta 80 kasus, urutan ke tiga petani 50 kasus, buru 33 kasus, PSK 22 kasus, ojek 15  kasus dan seluruh profesi telah terinveksi HIV dan Aids.
                “Sedangkan data yang di himpun melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka jumlah kasus HIV dan AIDS sampai dengan bulan Oktober tahun 2014 berjumlah 402 dengan rincian 113 kasus HIV dan 289 kasus AIDS” tambah Sukur.
                Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dalam sambutan menjelaskan kita mengetahui bersama bahwa esensi upaya pencegahan HIVdan penanggulangan AIDS di Indonesia adalah bagaimana mencegah dan mengurangi resiko penularan HIV, peningkatan kwalitas hidup  ODHA. Serta mengurangi dampak social dan ekonomi akibat HIV  dan Aids pada individu keluarga dan masyarakat, agar setiap individup menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan.
Peringatan hari AIDS seduani tahun 2014 mengambil tema : Cegah dan lindungi diri, keluarga, masyarakat, dari HIV dan Aids dalam rangka perlindungan hak asasi manusia.
Tema ini melatar belakangi oleh pemahaman bahwa bila diri sendiri sebagai actor utama dalam pencegahan diri dan perlindungan diri dan perlindiungan diri dari penularan HIV dengan sendirinya keluarga, masyarakat, akan turut dilindungi.
                “Melalui upaya pencegahan HIV dan AIDS keluarga dan masyarakat di harapkan dapat mencegah kerugian yang lebih besar mengingat populasi yang terinveksi di Kabupaten Sikka adalah berusia 25 tahun sampai dengan 49 tahun sebagai tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah” harap Ansar Rera.
                Usai peingatan hari HIV dan Aids di lanjutkan dengan penyerahan PIN AID oleh Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka Ny. Irma Tibuluji Ansar Rera kepada perwakilan TNI, Polri, serta pimpinan SKPD Kabupaten Sikka.
Selain itu Bupati Sikka juga menyerahkan  bantuan dari Menteri Koperasi RI kepada perwakilan pengrajin tenun ikan dari Kelurahan Nangalimang sebesar Rp.140.000.000,- dan pengobatan gratis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka kepada peserta kegiatan  peringatan hari AIDS sedunia.
                Peringatan hari HIV dan AIDS sedunia tahun 2014 di dahului dengan kegiatan jalan santai dari lapangan umum Kota Baru Maumere menuju  Stadion Mini Alexander Idong di Detung Desa Nelle Urung Kecamatan Nelle Kabupaten Sikka. Senam bersama, Pemeriksaan Medis dan Kuis tentang AIDS.

                Hadir pada peringatan hari AIDS sedunia antara lain Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, Danlanal Maumere Carmadi Letkol. Laut carmadi, Pejabat yang mewakili kapolres Sikka, Kepala Rutan Maumere Sukir, Kepala BPJS Maumere, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka Ny. Irma Tibuludji, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Sekda kabupaten Sikka dr. valentines Sili Tupen, MKM, Pendeta GMIT PDT. Marthen S.T.A Tubatomu, Sekretaris KPA Kabupaten Sikka Yan Siga, Camat Nelle  Roby Idong, S.Sos, MSi serta pimpinan SKPD Kabuapten Sikka. (lorenz)

Kamis, 27 November 2014

PARIWISATA, LOKOMOTIF PEMBANGUNAN DESA

Peserta Koordinasi Kebijakan Rumah KITA DATANG
Maumere, SATU SIKKA.- Sektor pariwisata jika dikelola secara baik akan menjadi lokomotif pembangunan daerah. Mencontohi daerah lain, pariwisata menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang mana setiap desa diberi kewenanan untuk menghidupkan kegiatan kepariwisataan yang ada.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, dalam sambutannya ketika membuka Rapat Koordinasi Kebijakan Rumah Komunitas Informasi Wisata Daerah Tertinggal (KITA DATANG), di Aula Hotel Sylvia, Jl. Gajah Mada Maumere, Kamis (27/11/2014).

Sebagai mana diamanatkan dalam Undang – undang Nomor 06 Tahun 20414 yang mengamanatkan desa sebagai ruang administrasi pembangunan, juga mempunyai kewenangan untuk menghidupkan industri pariwisata. Desa hendaknya membangun peran menjadi pelopor untuk memajukan pariwisata, sebab banyak objek wisata berada di wilayah administrasi desa.

“untuk menyukseskan ini semua tentunya dibutukan ide, gagasan pikiran dan peran Universitas Nusa Nipa (UNIPA) dan kampus –kampus yang ada. Agar pariwisata di Kabupaten Sikka makin menyolok dan dikenal ke luar” harap Nong Susar.

Dinas instansi terkait antara lain Bappeda dan Dinas Pariwisata diharapkan ikut ambil bagian dan mendukung RUMAH KITA DATANG untuk menggerakan kehidupan pariwisata di Kabupaten Sikka yang mana dikenal sebagai kabupaten pintu masuk daratan Flores dan Lembata.

Permasalahan yang hadapi saat ini antara lain, lemahnya kapasitas SDM pengelola pariwisata, belum terorganisirnya kegiatan wisata disetiap desa, tidak adanya fasilitas yang mendukung kegiatan produksi produk lokal dan kurang baiknya akses jalan menuju lokasi dimana potensi – potensi periwisata desa berada.

Mengahadapi permasalahan diatas, Pemerintah Kabupaten Sikka akan memberikan perhatian dan pembangunan infrastruktur di desa guna mendukung pembangunan pariwisata di tingkat desa. Yang tentunya akan dilakukan secara bertahap.

Untuk saat ini RUMAH KITA DATANG, fokus pada tujuh desa wisata mandiri lestari. Yakni Desa Koja Gete sebagai Model Wisata Kepulauan / Maritim. Desa Nita dan Desa Sikka sebagai Model Wisata Religi / Rohani, Desa Wolowiro dan Desa Uma Uta sebagai Model Wisata Sosial Budaya serta Desa Watuliwung dan Desa Wairterang sebagai Model Wisata Riset / Pendidikan.

Hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka dr. Valentinus Sili Tupen, MKM, Lala M. Kolapaking, PHd dari Pusat Studi Pembanguan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Intitut Pertanian Bogor (IPB). Angelinus Vincentius Rektor Univesitas Nusa Nipa Maumere, Sekrtaris Bappeda Sikka Adrianus Firminus Parera, SE.Msi, SKPD dan Para Kepada Desa.

Menurut Lala, gagasan pembangunan kawasan pedesaan melalui pariwisata berbasis komunitas dan desa sebagai lokomotif perlu dipromosikan dan disepakati untuk diperjuangkan bersama. Dan manfaat ekonomi dan ekologi perlu diorganisasikan dengan mengembangkan bisnis yang dikuasai oleh masyarakat. Satu peluang adalah pengembangan BUMDes / BUM AntarDes sebagai enterprise.(djo)

Sabtu, 15 November 2014

LSM Australia Gelar Field Day Bersama Petani Sikka

KAKAO
foto: google
Maumere, GS.- Sebuah yayasan sosial masyarakat, North Teretorial Australian (NTA) bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Masyarakat Flores (YPMF) menggelar Field Day bersama 78 Kelompok Tani (Poktan) dari 7 kecamatan. Kecamatan Hewokloang, Kecamatan KangaE, Kecamatan Kewapante, Kecamatan Koting, Kecamatan Nelle, Kecamatan Waigete dan Kecamatan Magepanda. Kegiatan berlangsung di Depot Kelomok Tani Wa’in Talin, DesaNamangkewa, Kecamatan Kewapante.Sabtu(25/11/2014).

Menurut Yohanes Brekmans, selaku Koordinator Program YPMF Maumere, kegiatan Field Day yang mengambil tema Bersama Membangun Kemandirian Kelompok Tani ini bertujuan untuk mempertemukan para kelompok tani sehingga para petani bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait masalah pertanian yang dihadapi.

“NTA dan YPMF telah memberikan perhatian secara maksimal disektor pertanian sejak tahun 2001. Sudah banyak memberikan kontribusi baik untuk sektor pertanian juga peternakan.” Jelas Brekmans.

Kegiatan pertanian antara lain kakao, cengkeh, mente, kelapa, pala dan sayur mayur. Sedangkan disektor peternakan poktan mendapat bantuan ternak babi dan kambing. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Viaktor Nong, SP, Kepala Bidang Produksi Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Sikka saat memberikan materi menjelaskan bahwa komoditi kakao, kelapa dan jambu mente merupakan produk unggulan Kabupaten Sikka. Oleh karena itu tidaklah heran jika banyak lembaga sosial masyarakat yang terus memberikan perhatian dan dukungan untuk petani di Kabupaten Sikka.

“Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada NTA dan YPMF yang telah banyak memberikan bantuan dana dan perhatian kepada masyarakat petani di Kabupaten Sikka.” Ungkap Viaktor Nong.

Masalah yang dihadapi para petani adalah usia tanaman komoditi sudah lebih dari 20 tahun sehingga produktivitasnya menurun. Padahal sesuai dengan hasil penelitian baik Agronomi dan Klimatologi, lahan pertanian Kabupaten Sikka sangat baik. Dan menyediakan hara yang cukup serta secara geografis pun sangat mendukung usaha pertanian masyarakat.

Selain masalah usia tanaman yang sudah tua, hal lain yang perlu dilakukan adalah pentingnya perlakukan pola tanam diatas lahan. Antara lain jarak tanam anatara tanaman yang satu dan lainnya.

Untuk mengatasi masalah diatas perlu dilakukan Intensifikasi, antara lain pemangkasan. Peremajaan tanaman menjadi program prioritas untuk petani kakao yang ada di Hewokloang, Doreng, Bola dan Mapitara. Selain intensifikasi, juga perlu dilakukan perluasan lahan tanaman komoditi dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada.


Untuk menyukseskan ini dibutuhkan kesadaran dan perubahan perilaku petani dalam mengembangkan usaha pertaniannya. Ancaman yang ada  saat ini adalah lambatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku bertani. Sehingga petani membutuhkan pendampingan secara maksimal dari ParaPenyuluh Lapangan (PPL). Namun semua itu akan mencapai hasil jika para petani sendiri memiliki tekad, niat dan kemauan untuk mengubah perilaku bertani sehingga harapan mencapai hasil maksimal dapat tercapai. (djo)

KONSEP PEMBANGUNAN PARIWISATA BAGAI ORKESTRA

PANTE KOKA / KOKA BEACH
foto : John Oriwis
Maumere, GS.- Unsur – unsur yang ada dalam Destination Management Organization (DMO) dan Tourism Management Organization (TMO)   akan dapat berjalan dengan baik apabila fungsi dalam tata kelola yang meliputi perencanaan, Implementasi dan pengawasan dapat dilaksanakan dengan baik, perlu adanya koordinasi lintas sektoral  sehingga fungsi – fungsi tersebut dalam perkembangan teknologi saat ini bisa didekatklan dengan teknologi informasi sehingga dapat diakses oleh seluruh dunia. Konsep DMO dan TMO tersebut sama saja dengan membuat orkestra, dimana semua pemain di dalamnya harus sepakat, lagunya naskah sampai irama sehingga ada kesinambungan

Demikian Harapan Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pambangunan kabupaten Sikka Ir. Mauritius T. Da Cunha dalam Kegiatan Rapat Koordinasi Destination Management Organization dan Tourism Management Organization  se daratan Flores di Aula Hotel Permatasari Maumere Sabtu (15/11/2014).

Sektor Pariwisata merupakan salah satu komponen pendukung pembangunan nasional dalam bidang ekonomi, sosial dan Budaya. Untuk mengoptimalkan kontribusi manfaat pariwisata diperlukan pola perencanaan dan pengelolaan yang berkesenambungan. Pengolahan pariwisata tidak mudah, karena bersifat multidimensi dan multisektoral sehingga memerlukan dukungan dan keterpaduan serta sistem kepariwisataan.

Pola manajemen destinasi di daerah yang dinilai belum maksimal, membuat pemerintah menerapkan metode Destination Management Organization (DMO) dan Tourism Management Organization (TMO). Pola tersebut dinilai cukup ampuh, karena melibatkan langsung semua p;ihak yang terkait, pemangku kebijakan dan kepentingan mulai dari pemerintah daerah sampai ke pengusaha yang menanamkan modal. Tujuan DMO dan TMO sendiri adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga destinasi bisa berkembang dengan baik dan maksimal.  

Hadirnya DMO dan TMO harus bisa saling melengkapi sebagai produk yang menjembatani, tim DMO dan TMO harus bisa berbicara dengan pemerintah daerah, karena destinasi itu milik daerah bukan pemerintah pusat. Fungsi lain DMO dan TMO adalah mengsinkronkan dan menyusun rencana yang terarah agar tidak timbul persoalan.

Disamping itu teknologi informasi dan Komunikasi adalah salah satu kunci daya saing sejauh mana wisata dan bisnis yang ada sekitarnya berfungsi dengan baik. Bahkan virtualisasi objek wisata yang teredapat dalam website dan pemesanan online menuju objek tersebut menjadi isu yang saat ini sedang berkembang. DMO dan TMO tidak hanya semata – mata dipandang sebagai bentuk organisasi dalam pandangan klasik yang mengharuskan adanya bentuk hierarki pembagian tugas secara tegas  dengan garis wewenang dan penugasan, tetapi DM<O dan TMO sejalan dengan kelahirannya dimasa modern hendaklahy dipandang sebagai bentuk pengorganisasian  pengelolaan destinasi dengan menggunakan pendekatan modern pula yaitu pemanfaatan jejaring informasi dan Teknologi.    

Ketua DMO Flores, Yakobus Mbira dalam Sekapur sirihnya mengatakan DMO sesuai dengan Peran dan fungsinya adalah sebagai kesiapan Destinasi dan Kesiapan Promosi, oleh karena itu kepada semua pelaku uintuk saling membuka diri dan menginstrospeksi dalam promosi perjalanan pariwisata di flores

“Flores adalah satu titik DMO  Pariwisata dari 15 DMO yang ada di seluruh Wilayah Indonesia”. Ujar Yakobus.

Ia juga berharap kepada semua pelaku Pariwista untuk saling bekerja sama dalam meningkatkan destinasi pariwisata Flores ke mata Dunia.
                                                                                                                   

Hadir dalam Kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Sikka Wilhelmus Cyrilus, S.Sos, M.Si. Kabid. Destinasi Pariwisata Propinsi NTT Thomas Lelang, para Pejabat Dinas Pariwisata se Flores dan Para Pelaku Pariwisata. (athan)

FESTIVAL SENI LAHIRKAN PEMIMPIN BERJIWA SENI

Aksi Pelajar saat Festival Seni Anak dan Pelajar Sikkafoto : Agustinus Adi Sucipto
Hewokloang, GS.-Penyelenggaraan Festival Seni Anak dan Budaya sesungguhnya memiliki tujuan mulia. Besar harapana agar melalui kegiatan festival seni dapat “lahir” generasi muda Sikka yang kelak menjadi pemimpin yang berjiwa seni, berkarakter sesuai nilai budaya yang kita miliki.

Demikian hal ini dikemukakan Ketua Yayasan Pengembangan Masyarakat  Flores (YPMF), Servas K. Bero, dalam sambutannya pada Festival Seni Anak dan Pelajar Sikka ke VIII di Heo Puat, Kecamatan Hewokloang. Jumad (14/11/2014) pagi.

Tujuan jangka pendek penyelenggaraan festival ini adalah membuat anak – anak bersosialisasi dengan dengan sesama anak – anak dalam suasana baru. Menciptakan keakraban sehingga anak akan memiliki banyak taman.

Selain itu, tujuan jangka panjang kegiatan ini adalah untuk membentuk kepribadian anak dengan menanamkan nilai – nilai budaya yang ada. Seperti kejujuran, kebajikan, keadilan, cintai damai, saling harga menghargai satu sama lain dan berperilaku yang baik sesuai harapan orang orang tua dan kita semua.

“tentu menjadi harapan kita melalui kegiatan ini adalah lahir generasi muda yang kelak menjadi pemimpin yang memiliki jiwa dan nilai seni. Memegang teguh nilai budaya yang diwariskan. Pendidikan menjadi tidak bermakna, jika nilai seni budaya tidak tertanam dalam diri anak - anak” harap Bero.

Kegiatan Festival Seni Anak dan Pelajar Sikka VIII diselenggarakan FPMF dan North Teretorial Australian (NTA) sejak tahun 2007. Dengan 23 sekolah dampingan, baik sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama.

Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, dalam arahan sebelum membuka Festival Seni ini memberi apresiasi sangat baik terhadap kegiatan ini. Sebab, kegiatan ini tentunya bagian dari peran serta YPMF dan NTA dalam mendukung program pemerintah dalam kaitannya dengan pendidikan karakter.

Menurut Paolus Nong Susar, seni sesungguhnya merupakan sebuah ungkapan maksimal dari dalam diri manusia. Kita bergerak, berbicara, melakukan sesuatu yang positif adalah inti dari ungkapan seni budaya.

“untuk itu, sekolah – sekolah harus menjadi pusat pengembangan estetika dan etika bagi anak – anak. Kesuksesan sebuah pembangunan tidak saja diukur dari berhasilnya pengembangan infrastruktur tapi juga diukur dari seberapa besar pembangunan sumber daya manusia, terutama perkembangan karakter, etika masyarakat dan pola pikir masyarakat” jelas Nong Susar.

Mewujudkan harapan wisawatan, Pemerintah Kabupaten Sikka sementara ini sedang membangun Pusat Cenderamata sebagai galleri untuk mendapatkan pangan lokal dan karya seni lokal serta dibuatkan panggung hiburan sebagai tempat mementaskan seni tari budaya yang ada di Kabupaten Sikka.

Ketua Panitia Festival Seni Anak dan Pelajar VIII, Yohanes Lidi,S.Pd, dalam laporannya mengatakan ada sebelas sekolah yang mengikuti kegiatan ini, 10 sekolah dasar dan 1 SMP. Sekolah yang ikut adalah SDK Watublapi, SDK Habi, SDK Kewapante, SDI Damar Bima, SDK Wetakara, SDK Watuwitir, SDK kopong, SDN Wegok, SDK Wegok Natar, SDK Magepanda, SMP Matter Bonney Concilli (MBC) Ohe.

Tampil sebagai Juara I SMP Matter Bonney Concilli (MBC) Ohe dengan nilai 1357, Juara II SDK Magepanda dengan nilai 1273 dan Juara III SDI Damar Jawa dengan nilai 1257. Piala dan hadiah hiburan diserahkan Presiden Direktur NTA Dr. Collin Barlow, Camat Kewapante Servasius Sewar dan Camat Hewokloang FernandezWoda.


Hadir dalam kegiatan tersebut, Presiden Direktur NTA Dr. Collin Barlow, Kapolsek Kewapante IPTU I Made Kitug, Camat Kewapante Servasius Sewar, Camat Hewokloang FernandezWoda, Kepala Desa Heo Puat Tomanus Moa Ro,S.Pt dan para undangan lainnya. (djo/lorenz)

Sabtu, 01 November 2014

Kelompok Children Event Gelar Evakuasi Mandiri

Kelompok Children Event
Maumere,SATU SIKKA.- Kelompok Children Even dari delapan sekolah gelar Evakuasi Mandiri dalam simulasi bencana gempa bumi dan tsunami di Taman Kota Pusat Perbelanjaan dan Pertokoan Maumere.  Jumad (31/10/2014) siang.

Delapan sekolah yang hadir adalah SDI Mageloo, SDI Kolisia, SDK Hi Gete Gera, SDK Bei, SDK Waiara, SDN Nebe, SDI Blawuk dan SDK Boganathar.

Selain menggelar Evakuasi Mandiri, para pelajar dari delapan sekolah ini juga ikut serta dalam lomba pidato, lomba menggambar dan lomba puisi.

Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari Children Event Promosi Sekolah Aman dari Siswa/i Penerima Manfaat Save School yang diselenggarakan Yayasan Flores (SANRES), Plan Sikka dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka.

Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar sebelum membuka kegiatan Children Event menjelaskan kegiatan yang diselenggarakan SANRES dan Plan Sikka merupakan tindak nyata mendukung program pemerintah yang mengedepankan pendidikan karakter. Dimana anak dilatih untuk berjiwa besar, mengembangkan bakat dan kemampuan yang ada sehingga bisa berperilaku yang baik.

“anak tidak saja dididik untuk menjadi cerdas, tapi juga harus berilaku dan bersikap yang baik. Dan memiliki daya pikir yang lebih baik, lebih maju dalam membangun kemandirian dan memiliki semangat juang yang tinggi” harap Nong Susar.

Pimpinan Sanres Kabupaten Sikka Longginus Don dalam sambutan mengatakan dalam rangka mendorong, memotivasi dan meningkatkan anak-anak sekolah dan semua dan semua penyelenggara kegiatan children event tingkat Kabupaten yang melibatkan sekolah-sekolah pilot dan non pilot.

“ Kegiatan ini bermaksud untuk menampilakan berbagai inisiatif dan kreatif komunitas terkait pengembangan PRB dan sekolah aman disekolahnya. Selain terkait pengembangan PRB kegiatan ini yakni menjadi ajang  bagi anak-anak sekolah untuk bisa saling mengenal belajar, tukar menukar pengelaman terkait pendidikan PRB dan pengembangan sekolah aman di sekolah. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan maka semua sekolah pilot akan membawa dan menampilakan semua hasil kerja kreatifitas ana-anak di sekolahnya ” Ujar Longginus. (djo)
JADWAL KEGIATAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI SIKKA : * Selasa (26 Januari 2016). Rapat Paripurna di Aula DPRD Kabupaten Sikka. Jam 09.00 WITA.** Rabu (27 Januari 2016) Hadiri Acara Pembukaan Lamun di Patisomba. Jam 09.00 WITA. .-jadwal sewaktu - waktu bisa berubah. Terima Kasih.