BUPATI DAN WAKIL BUPATI SIKKA

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, Periode 2013-2018.

LOKASI RELOKASI

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera tampak bersantai diperumahan relokasi pengungsi GA Rokatenda di Koja Gete, Pulau Besar.

DIATAS KAPAL NELAYAN

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati Sikka saat berada diatas kapal nelayan.

AMBIL SUMPAH KEPALA DESA GELITING

Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera saat mengambil sumpah Kepala Desa Geliting.

TATAP MUKA

Sekretaris Daerah Kab. Sikka dr. Valent Sili Tupen MKM saat tatapmuka dengan masyarakat di Waiblama.

PENDIDIKAN KARAKTER ANAK

Bupati Sikka Drs. Yosep Ansar Rera saat peluncuran buku Pendidikan Karakter Anak di Pante Koka.

PELATIHAN WIRAUSAHA

Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar foto bersama sebagian peserta pelatihan wirausaha (berpakian adat Krowe).

PERESMIAN SEKBER WAIBLAMA

Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka dr. Valent Sili Tupen MKM saat meresmikan Sekretaris Bersama (SEKBER) Kecamatan Waiblama.

PULAU PANGABATANG

Pulau Pangabatang, salah satu pulau di Kabupaten Sikka yang kini jadi sasaran kunjungan wisatawan.

SUNRISE

Sunrise atau matahari terbit diambil dari Pelabuhan Laurenz Say Maumere.

Tampilkan postingan dengan label DINAS PERTANIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DINAS PERTANIAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2015

BKPP Sikka Gelar Diklat Dasar Metodologi Pertanian

Maumere, GS.- Para PPL harus memiliki tekad, niat, disiplin serta kerja keras untuk meningkatkan hasil pertanian dalam mendukung Program pembangunan 5 tahun kedepan demi  Sikka yang Mandiri dan sejahtera.
Demikian harapan Bupati Sikka Drs Yoseph Ansar Rera ketika membuka dengan resmi Diklat dasar metodologi Penyuluhan Pertanian bagi Penyuluh Swadaya Kabupaten Sikka tahun 2015 di Aula Hotel Nara Room, Selasa (27/1/2015).
Kegiatan yang digelar oleh Badan Ketahanan Pangandan Penyuluh (BKPP) bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan dan Peternakan (BBPP) Noelbaki, Kota Kupang ini bertujuan meningkatkan peran dan fungsi penyuluh pertanian swadaya dalam penyelenggaraan penyuluhan, meningkatkan motivasi penyuluh pertanian swadaya dalam memfasilitasi petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani, meningkatkan kinerja dan profesionalis mepenyuluh pertanian swadaya dan dapat menciptakan mekanisme kerja kemitraan antara penyuluh PNS dengan penyuluh pertanian swadaya.
Bupati Sikka Drs Yoseph Ansar Rera dalam arahannya mengatakan penyuluh pertanian swadaya sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian agar mampu mengelola sumberdaya pertanian secara optimal, meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian, meningkatkan pendapatan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“ Dengan memperoleh hasil pertanian yang banyak kita bias menjualnya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. “ ujarAnsar.
Disamping itu penyuluh pertanian juga mepunyai peran penting dalam mendukung program utama pembangunan pertanian yaitu Swasembada dan swasembada berkelanjutan, Diversifikasi pangan, Peningkatan Nilai tambah, Daya saing dan Ekspor dan Peningkatan kesejahteraan Petani.
“ Peran Penyuluh pertanian mendukung Program prioritas nasional melalui program swasembada pangan, jadi saya berharap kepada penyuluh pertanian untuk bekerja keras, kerja sama dengan semua pihak dalam mensinergikan berbagai program untuk mendukung program Nasional.” tegasAnsar.

Hadir dalam kegiatan ini Perwakilan Balai Besar Pelatihan Peternakan Noel Baki Kota Kupang Peter Dehok, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka Dra Martha Huberty Pega, Pimpinan SKPD dan Para Penyuluh Pertanian. (jonathan)

Selasa, 16 Desember 2014

BIASAKAN MENANAM POHON

Bupati Sikka (kiri)
saat menanam pohon.
Magepanda, SATU SIKKA - Penanaman pohon dimaksudkan untuk membangkitkan semangat kita menggerahkan, memotovasi berbagai pihak serta upaya kita untuk  membudayakan  dan membiasakan kembali untuk  menanam dan memelihara serta melestarikan pohon hutan yang yang kita miliki.

Kata Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar  saat  pencanangan Penanaman Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN)  ke 7 tahun anggaran 2014 bertempat di Dusun Watu Wa Desa Done Kecamatan Magepanga Senin, (15/12/2014).

Lanjut Ansar dengan menanam pohon kita berharap ancaman berupa longsoran, banjir dan kekeringan terhadap dukungan  daerah aliran sungai (DAS) yang kita harapkan bersama dapat teratasi.

Penanaman pohon dan bulan menanam pohon didahului dengan penyerahan penyerahan bibit tanaman cendana, bantuan pompa air untuk desa Done Kecamatan Magepanda, penyerahan ijin usaha pengelola HKM kepada Desa Wogalirit dan Desa Kloangpopot Kecamatan Doreng, Desa Ilimedo Kecamatan Waiblama, Desa Runut dan watudiran Kecamatan Waigete, Desa Ojang di Kecamatan Talibura dan Desa Nenbura Kecamatan Doreng. Sedangkan bantuan alat pemecah kemiri untuk Desa Egon Gahar  Kecamatan Mapitara.

Hadir pada acara penanaman pohon antara lain selain Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera hadir pula Dandim 1603 Sikka Letkol. Satya Wardana, SE. Letkol. Laut Carmadi, Kejaksaan Maumere Martiul, SH, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka Ny. Irma Tibuldi, Sekretaris Daerah kabupaten Sikka dr. Valentinus Sili Tupen, MKM, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka Ny. Yofita, pimpinan SKPD, para camat serta para kepala Desa se Kecamatan Magepanda.

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Sikka Drs. Daeng Bakir menjelaskan sala satu upaya yang sangat efektif untuk mengatasi pemanasan global dimaksud yakni aksi nyata penanaman dan pemeliharaan pohon secara masal yang dilakukan oleh setiap komponen masyarakat secara bertanggung jawab dab secara berkelanjutan.

Sedangkan tujuan kata Daeng Bakir untuk menambah tutupan lahan dan hutan guna mencegah longsoran banjir dari musim hujan, penyerap karbon dioksida akibat dari perubahan iklim dan penyediaan air bahan baku industry, pangan dan energy. (lorenz/tjipto)

Sabtu, 15 November 2014

LSM Australia Gelar Field Day Bersama Petani Sikka

KAKAO
foto: google
Maumere, GS.- Sebuah yayasan sosial masyarakat, North Teretorial Australian (NTA) bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Masyarakat Flores (YPMF) menggelar Field Day bersama 78 Kelompok Tani (Poktan) dari 7 kecamatan. Kecamatan Hewokloang, Kecamatan KangaE, Kecamatan Kewapante, Kecamatan Koting, Kecamatan Nelle, Kecamatan Waigete dan Kecamatan Magepanda. Kegiatan berlangsung di Depot Kelomok Tani Wa’in Talin, DesaNamangkewa, Kecamatan Kewapante.Sabtu(25/11/2014).

Menurut Yohanes Brekmans, selaku Koordinator Program YPMF Maumere, kegiatan Field Day yang mengambil tema Bersama Membangun Kemandirian Kelompok Tani ini bertujuan untuk mempertemukan para kelompok tani sehingga para petani bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait masalah pertanian yang dihadapi.

“NTA dan YPMF telah memberikan perhatian secara maksimal disektor pertanian sejak tahun 2001. Sudah banyak memberikan kontribusi baik untuk sektor pertanian juga peternakan.” Jelas Brekmans.

Kegiatan pertanian antara lain kakao, cengkeh, mente, kelapa, pala dan sayur mayur. Sedangkan disektor peternakan poktan mendapat bantuan ternak babi dan kambing. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Viaktor Nong, SP, Kepala Bidang Produksi Perkebunan pada Dinas Pertanian Kabupaten Sikka saat memberikan materi menjelaskan bahwa komoditi kakao, kelapa dan jambu mente merupakan produk unggulan Kabupaten Sikka. Oleh karena itu tidaklah heran jika banyak lembaga sosial masyarakat yang terus memberikan perhatian dan dukungan untuk petani di Kabupaten Sikka.

“Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada NTA dan YPMF yang telah banyak memberikan bantuan dana dan perhatian kepada masyarakat petani di Kabupaten Sikka.” Ungkap Viaktor Nong.

Masalah yang dihadapi para petani adalah usia tanaman komoditi sudah lebih dari 20 tahun sehingga produktivitasnya menurun. Padahal sesuai dengan hasil penelitian baik Agronomi dan Klimatologi, lahan pertanian Kabupaten Sikka sangat baik. Dan menyediakan hara yang cukup serta secara geografis pun sangat mendukung usaha pertanian masyarakat.

Selain masalah usia tanaman yang sudah tua, hal lain yang perlu dilakukan adalah pentingnya perlakukan pola tanam diatas lahan. Antara lain jarak tanam anatara tanaman yang satu dan lainnya.

Untuk mengatasi masalah diatas perlu dilakukan Intensifikasi, antara lain pemangkasan. Peremajaan tanaman menjadi program prioritas untuk petani kakao yang ada di Hewokloang, Doreng, Bola dan Mapitara. Selain intensifikasi, juga perlu dilakukan perluasan lahan tanaman komoditi dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada.


Untuk menyukseskan ini dibutuhkan kesadaran dan perubahan perilaku petani dalam mengembangkan usaha pertaniannya. Ancaman yang ada  saat ini adalah lambatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku bertani. Sehingga petani membutuhkan pendampingan secara maksimal dari ParaPenyuluh Lapangan (PPL). Namun semua itu akan mencapai hasil jika para petani sendiri memiliki tekad, niat dan kemauan untuk mengubah perilaku bertani sehingga harapan mencapai hasil maksimal dapat tercapai. (djo)

Senin, 27 Oktober 2014

ANEKA KEGIATAN WARNAI PERINGATAN HPS

Nelle, Satu Sikka -  Dalam rangka memperingati Puncak Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXIV tahun 2014 Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Sikka bekerja sama dengan Keuskupan Maumere menyelenggarakan aneka kegiatan antara lain pertama, Seminar yang dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2014 dengan tema”Membangun kemandirian Pangan Berbasis Kearifan Lokal dengan peserta dari 35 paroki se Keuskupan Maumere dari unsur Kecamatan, SKPD/LSM/NGO, toko masyarakat dan toko agama.

Kedua temu karya penyuluh Kabupaten Sikka sudah dilaksanakan pada tanggal 23 oktober 2014. Kegiatan itu merupakan pertemuan para penyuluh sekaligus menggelar karya sukses mereka untuk dipublikasikan, dipromosikan dan disosialisasikan.

Ketiga lomba cipta menu beragam bergisi dan aman sudah dilaksakana pada tanggal 23 Oktober 2014 yang diikuti oleh 17 Tim Penggerak PKK kecamatan.

Keempat pameran pangan local yang dilaksanakan pada tanggal 22 s/d 24 Oktober 2014, Kelima basar murah dan yang keenam pengukuhan kelas kemampuan kelompok tani. (djo/lorenz) 


Sabtu, 18 Oktober 2014

GALERI FOTO MUBES PETANI 2014 DI NAGEKEO

Berikut galleri foto Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar saat menghadiri Musyawarah Besar (MUBES) Petani VII dan Peringatan Hari Pangan se Dunia XXXIV di Aegela Kabupaten Nagekeo. Kamis 16 Oktober 2014.








Jumat, 17 Oktober 2014

FLORES LEMBATA SIAP JADI LUMBUNG PANGAN LOKAL

Kabupaten - kabupaten yang ada di daratan Flores dan Lembata harus siap menjadi lubung pangan lokal, diantaranya adalah menjadi lumbung jagung.

Demikian harapan ini disampaikan Gubernur NTT dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Nagekeo  Elias Djo, pada Pembukaan Peringatan Hari Pangan Sedunia dan Musyawarah Besar Petani Se Flores Lembata di Aegela, Kabupaten Nagekeo, Kamis (16/10/2014) sore.

NTT sangat kaya dengan pangan lokal, untuk itu perlu ada inovasi dan gerakan untuk melestarikan dan mengembangkan pangan lokal kita agar tetap terjaga, lestari dan mampu bersaing dengan daerah lain.

Pada kesempatan tersebut digelar Launching Beras Mbay oleh Bupati Nagekeo. Beras Mbay merupakan beras lokal dan organik yang dihasilkan di Mbay Kabupaten Nagekeo.

Hadir pada kegiatan akbar tersebut, Wakul Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, Asisten II Setda Ende, Anggota DPRD  Propinsi asal Nagekeo, Forkompimda Nagekeo, Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, Kelompok Tani Se Flores Lembata dan Undangan lain. (djo).

Jumat, 10 Oktober 2014

PANEN RAYA JAGUNG

Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar saat melakukan panen raya jagung di Kecamatan Waigete. Kamis (09/10/2014).-

Sabtu, 20 September 2014

DIBANGUN PUSAT CENDERAMATA SIKKA

Bupati Sikka saat peletakan batu pertama
 bangun pusat cenderamata Sikka
Maumere, SATU SIKKA.- Berangkat dari pentingnya Parawisata dalam sektor pembangunan dan pariwisata juga menjadi salah satu program priritas Paket AN-SAR lima tahun kedepan, maka Bupati Sikka Drs Yoseph Ansar Rera secara resmi melaksakan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan pusat jajanan, Pusat Cinderamata khas Sikka dan panggung pertunjukan di lokasi Eks Pasar Bongkar Jalan El Tari Maumere Sabtu (20/9/2014) siang.

Bupati Sikka Drs Yoseph Ansar Rera dalam arahannya mengatakan apa yang sudah di mulai hari ini sesungguhnya merupakan langkah lebih lanjut dari apa yang kita impikan dalam rangka mengembangkan salah satu sektor unggulan  kita di kabupaten ini adalah kepariwisataan.

DANA PUAP GAPOKTAN AKAN DIAUDIT

Mego, SATU SIKKA._ Pengelolaan dana pengembangan usaha agrobisnis pedesasaan (PUAP) oleh Gabungan kelompok tani (Gapoktan) sebesar Rp. 100 Juta dari Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka akan diaudit. Pasalnya banyak pengelolaan dana PUAP oleh Gapoktan bermasalah. Baik kurang transaparan, tidak sesuai peruntukan dan pengelolaan administrasi yang belum tepat.

Demikian hal ini disampaikan Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, saat bertatap muka dan berdialog dengan Petani, BPK dan PPL dari Kecamatan Tanawawo, Mego, Paga dan Lela di Lowo (kali/anakan sungai) Leda Gebo, Dusun Nua Lolo, Desa Bhera Kecamatan Mego. Jumad (19/09/2014) siang.

Jumat, 19 September 2014

ANSAR SERAHKAN VERSA UNTUK BPK

BPK Mego saat terima Laptop dan Printer
Mego, SATU SIKKA._ Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, Jumad (19/09/2014) pagi, menyerahkan sepeda motor Honda Versa kepada Balai Penyuluh Kecamatan (BPK) Kecamatan Mego dan Kecamatan Tanawawo. Selain itu juga diserahkan Laptop dan Printer bagi BPK Kecamatan Lela. Mego, Paga dan Tanawawo.

Ansar kepada kesempatan tersebut mengharapkan agar fasilitas yang ada bisa mendukung kinerja BPK. Fasilitas yang diberikan merupakan harapan BPK yang pernah disampaikan BPK pada Tatap Muka dengan Bupati dan Wakill Bupati Sikka di Tana Mera, Talibura beberapa waktu lalu.

Sabtu, 06 September 2014

SATU MILLYAR UNTUK BPK

AN-SAR saat tatap muka dengan petani
dan PPL di Talibura
Di tahun 2014 telah dianggarkan dana Rp 1 Millyar untuk berbagai kegiatan yang mendukung kinerja (Badan Penyuluh Kecamatan (BPK). Antara lain rehap kantor BPK dan pengadaan kendaraan. Prioritas anggaran yang ada tentunya untuk BPK yang medannya berat, seperti Doreng, Mapitara, Waiblama, Tanawawo, Bola dan PaluE.
Dan ditahun ini juga telah disiapkan dana Rp. 900 Juta bagi Gapoktan, yang saat ini dana tersebut sedang dalam proses pencairan.

Demikian hal ini disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Sikka, Dra. Matha Huberty Pega, menanggapi harapan PPL pada kegiatan Temu Lapangan Bupati Sikka Drs. Yosep Ansar Rera dan Wakil Bupati Sikka, Drs Paolus Nong Susar dengan Para Penyuluh Sembilan Kecamatan dan Petani di Tana Merah, Desa Talibura Kecamatan Talibura, Sabtu (06/09/2014).

“kami mengharapkan agar pengelolaan dana ini dilakukan dengan baik dan sesuai peruntukannya. Dan ditahun 2015 melalui KUA PPS, akan ditambah tenaga penyulu sebanyak 50 orang untuk mengatasi kekurangan tenaga penyuluh.
” harap Huberty.

Huberty juga mengajak dinas instansi terkait untuk bersinergi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Sikka. Sebab, dengan menjaga ketahanan pangan secara baik tentu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama.

Disesi dialog, Kepala Badan Penyuluh Kecamatan (BPK) Hewokloang, Klemensius, menjelaskan usia kakao di Sikka saat ini rata – rata diatas 25 tahun, untuk itu dibutuhkan peremajaan karena sudah tidak produktif. Sehingga dibutuhkan perhatian semua pihak agar produksi kakao bisa berjalan normal.

“ Kabupaten Sikka menjadikan kakao sebagai produk andalan, namun perlu saya sampaikan bahwa kakao yang ada saat ini sudah tidak produktif. Ibarat manusia yang sudah kakek nenek ” ujar Klemens.

Dikesempatan yang sama, Kepala BPK Keecmatan Mapitara Mangsi Menga mengungkapkan bahwa untuk menyukseskan berbagai pelaksanaan program kerjanya, BPK juga membutuhkan biaya operasional.

“saya berharap biaya operasional BPK supaya diperhatikan dan besarannya agar disesuaikan dengan medan geografis dimana BPK dan PPL bertugas” saran Mangsi.

Diakui bahwa sumber daya alam (SDA) yang ada di Mapitara sangat luar biasa kaya. Namun kendala yang dihadapi petani adalah masalah transportasi. Selain karena jarak juga biaya transportasi sangat tinggi, sementara harga komoditi cenderung tidak memihak pada petani.

Permasalahan lain yang juga diungkapkan BPK dan Penyuluh Peetani Lapangan (PPL) adalah masih kurangnya tenaga PPL. Jumlah petani yang banyak tidak seimbang dengan PPL yang ada. Dan perlu adanya pelatihan dan bimbingan secara berkelanjutan bagi PPL dan Petani.

Menganggapi hal ini, Ansar Rera  mengatakan bahwa Sudah menjadi niat dan tekad kami untuk meningkatkan pendapatan di sektor pertanian. Permasalahan – permalahan yang disampaikan tentunya harus diselesaikan. Selama ini kita sudah perjuangkan, namun belum membuahkan hasil yang maksimal.

Semua permasalahan ini  perlu mendapat perhatian serius pemerintah guna meningkatkan produktifitas serta menjaga kualitas kakao, kelapa dan mente secara baik. Salah satunya adalah dengan melakukan peremajaan.

“ ada tiga komoditi yang kita andalkan dan sudah ada LSM yang siap bekerja sama dengan kita untuk memproduksi kakao, kelapa dan mente. Dan mereka siap untuk mempromosikan ke luar “ jelas Ansar.

Dengan memperbanyak penyuluh tentunya akan lebih baik dalam membimbing petani. Namun kualitas PPL juga perlu kita perhatikan, sehingga perlu dilakukan pelatihan. Ini akan menjadiperhatian pemerintah dan soal anggaran akan kita perjuangkan.

Sehingga Ansar menegaskan agar segera dibentuk tim yang terdiri dari dinas instansi terkait. Antara lain Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Litbang Maumere, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, Dinas Kelautan Perikanan dan Bappeda. Tim ini akan melakukan pendataan dan kajian sehingga dalam mengambil keputusan dan penganggarannya nanti tepat sasaran.

Sebelum melakukan tatap muka dan dialog dengan Petani Talibura dan PPL dari sembilan kecamatan; Kecamatan Talibura, Waiblama, Doreng, Mapitara, Hewokloang, Kewapante, KangaE dan Waigete di Kebun Kakao, Dusun Tana Merah, Desa Talibura Kecamatan Talibura. Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar saat meninjau Pusat Pengembangan Peternakan Swadaya yang dikelola Kelompok Tani Karya Sehati di Talibura Kecamatan Talibura.


Selain itu juga berkesempatan meninjau tanaman pot dan verticulture milik Ketua Kelompok Tani Karya Sehati, Robert Tanjung dan melihat kebun contoh milik Yoseph Pawe, yang adalah seorang peserta PENAS 2014, di Habi Hodor Talibura.***

Kamis, 04 September 2014

PETANI POSO, PERJUANGKAN NASIB PETANI BLORO

Bupati Sikka Drs Yoseph Ansar Rera
saat memberikan arahan pada kegiatan
WVI di Tebuk Kecamatan Nita.
Hans seorang petani asal Poso, Sulawesi Tengah, kepada Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera mengungkapkan bahwa petani di Sikka, seperti di Desa Bloro Kecamatan Nita masih membutuhkan perhatian dan bantuan Pemerintah Desa dan Kabupaten. Pasalnya setiap kegiatan pertanian masih dilakukan secara swadaya.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, sebagai sesama petani, saya perlu mengungkan ini. Bahwa dari diskusi bersama petani dari Desa Bloro, dituturkan bahwa kegiatan kawan – kawan petani di sana masih didanai secara swadaya. Sehingga ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah setempat” ungkap Hans.

Ini dikemukakan Hans, pada sesi dialog pada pelatihan Economic and Development Learning Event, Learn and Link For Sustainability yang diselenggarakan WVI Sikka di Aula CFC Desa Tebuk Kecamatan Nita. Kamis (04/09/2014).

Selasa, 02 September 2014

ITB PROYEKSI IKLIM UNTUK PETANI SIKKA

Institut Teknonogi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Caritas Keuskupan Maumere dan KARINA KWI menggelar riset proyeksi Iklim di Kabupaten Sikka. Adapun tujuan kegiatan ini adalah mendukung pertanian di Sikka terutana dalam hal menentukan masa tanam di ladang, 5 tahun ke depan, mulai 2014 hingga Desember 2018.
JADWAL KEGIATAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI SIKKA : * Selasa (26 Januari 2016). Rapat Paripurna di Aula DPRD Kabupaten Sikka. Jam 09.00 WITA.** Rabu (27 Januari 2016) Hadiri Acara Pembukaan Lamun di Patisomba. Jam 09.00 WITA. .-jadwal sewaktu - waktu bisa berubah. Terima Kasih.