![]() |
| Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera, melihat contoh hasil produski dari mente dan mendengarkan penjelasan dari pihak Javara Indigenous Indonesia dan Yayasan Sahabat Cipta |
Dua lembaga
yang bergerak dibidang produksi pangan ringan, Javara Indigenous Indonesia
dan Yayasan Sahabat Cipta siap melakukan produksi mente Sikka jadi makanan
ringan (snack) siap import ke luar
negeri. Dan akan membangun tempat pengolahannya di Sikka.
Demikian ini disampaikan Direktris
Javara, Helianti Hilman, di Aula Bappeda Sikka, Sabtu (23/08/2014) saat
mempresentasekan keunggulan produk lokal dalam rangkaian kegiatan Bisnis
Meeting Untuk Menjajaki Sektor Unggulan di Kabupaten Sikka.
Lebih jauh Helianti menjelaskan yang
menjadi produk unggulan di Kabupaten Sikka yang siap di olah adalah mente,
kakao dan kelapa.
“ tiga produk unggulan di Sikka yang
berpeluang untuk diproduksi adalah mente, kakao dan kelapa. Yang bisa
diproduksi jadi makanan ringan, sesuai kebutuhan masyarakat, baik dalam negeri
maupun luar negeri antara lain Eropa, Amerika, Jepang dan Korea. Ketiga produk
tersebut siap diolah jadi snack juga salad, sargon dan gula semut.” Urai Helianti.
Kedatangan Javara dan Sahabat Cipta
adalah untuk semaksimal mungkin mengolah produk lokal yang ada. Selain ingin
meningkatkan perekonomian masyarakat petani mente, kakao dan kelapa juga ingin memperkenalkan
produk lokal ke luar daerah. Saat ini Javara memproduksi pangan lokal sebanyak
540 jenis prodak. 130 diantaranya sudah tersertifikasi dan 90 persen
diantaranya diekspor keluar, antara lain ke Amerika, Jepang dan Eropa.
Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar
Rera, dalam sambutan mengatakan tujuan kedua lembaga ini sesuai dengan rencana
dan program kerja Pemerintah Kabupaten Sikka Lima Tahun kedepan, yang mana
ingin mengembangkan produk unggulan di Kabupaten Sikka.
“ tujuan dua lembaga ini, tentunya
menjadi pendukung rencana pemerintah lima tahun kedepan. Yang mana pemerintah
juga berencana mengembangkan produk unggulan di Kabupaten Sikka” jelas Ansar
Rera.
Menanggapi ini, Pemerintah Kabupaten
Sikka akan membentuk tim khusus yang nantinya akan menangani masalah
peningkatan produk unggulan yang ada.
Disesi diskusi Perwakilan Dinas
Pertanian Sikka, Viator Nong, mengharapkan adanya kepastian harga sehingga
mampu menggairahkan masyarakat untuk mempersiapkan produk yang dibutuhkan.
Menanggapi
ini, Helianti menjelaskan akan duduk bersama masyarakat menentukan harga. Dan petani
harus berkomitmen untuk menjual produk yang dibutuhkan sesuai harga yang telah
disepakati bersama.
“
masalah harga jual beli, kami akan duduk bersama petani untuk menentukan harga.
Sebaba pengalaman kami dibeberapa tempat, petani mendadak menaikan harga
sehingga proses produksi menjadi terhambat. Saya juga meminta agar petani
bekerja sesuai SOP (standar operasiona
produksi) dengan tujuan mutu hasil produksi bisa dijaga dengan baik” jelas
Helianti.
Hadir
pada kesempatan tersebut, Pelaku Bisnis, Perwakilan Kodit Pintu Air, Kepala dan
Utusan SKPD serta undangan lain. ***












0 komentar:
Posting Komentar